Rabu, 10 Juni 2009

...............Dairy untuk Ayah........

Bisik angin malam ini masih seperti kemarin, dingin, beku, menggetarkan. Sisa keterasingn terkadang membuatku terpaku dalam sunyinya malam. Ketika nafas ini mulai berkarat, dadakupun terasa sesak termakan polusi kehidupan. Akupun mulai bisa menghitung, kapan aku mulai berani mengiklaskan hidup ini.

Ayah….

Tau kah dirimu ?? bahwa aku yang sekarang bukanlah aku yang kemarin kau kenal. Aku bukan lah seorank bocah yang masih merengek, menagis dan ketakutan saat kau tinggalkan aku, dalam bekunya malam dan kegelapan, dan aku bukanlah bocah cengeng lagi yang membuatmu selalu merasa bersalah terhadapku. Meski terkadang akupun terdiam dalam isak yang dalam ketika ku sadar dirimu tak ada disampingku untuk temaniku menjelang mimpi. Meskipun begitu aku harus tetap berani berlari dan berusah menjadi sebatang anak pohon yang membungkuk bersama angin. Hingga ku dapat berlapang hati, dan tersenyum meski dalam kepedihan yang mendalam.

Ayah…

Tau kah dirimu ?? saat ku ingat dirimu, rasanya ingin sekali ku dekap dan kurasakan kembali pelukan hangatmu untukku. aku tau, saat ini aku bukanlah yang terbaik untukmu dan aku tak bisa mnjadi apa yang kau harapkan. Tapi aku berjanji pada diriku, bahwa suatu hari nanti aku akan tunjukan dan buktikan pada dunia kalau aku mampu mewujutkan harapan dan menjadi seorang yang terbaik bagimu, serta orang-orang yang ku sayang. Jika kau tatap aku, rasakan dan rasakanlah begitu besarnya rasa rinduku padamu, walau bibir ini keluh berucap rindu padamu. Dirimu memang pernah membuatku merasa kecewa kepadamu dan keadaan saat itu, meskipun begitu dirimu tetap berarti dalam hidupku, dan aku masih sangat membutuhkanmu tuk temaniku dalam hidup dan mimpi-mimpiku. Walau kini senyummu tak dapat kulihat, dan pelukanmu tak dapat kujamah. Aku tetap bangga padamu ayah, tetaplah menjadi ayahku yang dulu yang temaniku menjelang mimpi.Jika waktu mempertemukan kita kembali, berikan senyum ramahmu dan pelukan hangatmu untukku lagi.

Salam hangat selalu untukmu Ayah….

Lupz u….. emmmmuachhh ^o^

Rabu, 20 Mei 2009

...Kisah Ara & Ary...

 

“Selamaya bersahabat, bersama sampai akhir masa” kalimat itu yang masih terngiang dalam benak ini. Yah… saat itu kita memang melakukannya bersama, menantang ombak, menikmati belayan angin, dan bersenandung dalam derasnya hujan. Smapai sekarangpun hal itu masih terlalu sulit dilupakan.

Ary adalah sahabat terbaikku saat itu, dia selalau ada untuk ku, diapun pendukung setiaku. Pada saat aku butuh sandaran, dia selalu bersedia membuat ku tersandar padanya tanpa menghiraukan kemunafikan hidup yang ada. Diapun tau apa yang seharusnya dilakukan dan dia juga selalu tau apa yang harus dia ucapkan, hingga segalanya dia buat tampak lebih baik dari sebelumnya. Persahabatan kita berjalan baik, selama kita masih saling mengerti dan mengahragai ati dari persahabatan itu, tapi hal itu ternyata tidak berlangsung selamanya. Kita perlahan mulai merentangkan jarak yang amat sangat terbentang luas , hingga membuat goresan luka di masing–masing hati kita, yang mungkin kitapun tak dapat mengukur seberapa dalam luka itu ada.Kini segalanya tampak berbeda, nyanyian ceria yang dulu pernah ada kini berganti nyanyian sendu yg miris. Segalanyapun tersamarkan tak dapat lagi tersentuh, begitu jauhnya perbedaan yang kita buat .keangkuhan kita mengalahkan segalanya, hingga kita tak dapat lagi saling mengenal. Tak ada lagi senyuman untuk persahabatan, meskipun kita tau tak ada pihak yang yang disalahkan. Tak ada hal yang bisa merubah luka itu berangsur membaik bahkan sebalikna luka itupun di jilati si sakit. Pudarnaya persahabatan ini mungkin membuat kita lebih akan lebih tegar dan memahami arti sebuah persahabatan.

Saat semua beranjak lebih dewasa, semuanyapun berubah. Akupun berfikir semua tak harus berakhir smapai disini, meski keadaan telah membuat segalanya tmpak berubah aku yakin masing-masing kita masih mangakui persahabatan yang dulu pernah ada dalam sepenggal kisah hidup kita. Kembalilah tersenyum saat kita bertemu nanti kawan seperti kalimat yang pernah kita ucapkan, selamaya bersahabat bersama sampai akhir masa. 

Minggu, 17 Mei 2009

Bukan wanita biasa


“Hidup itu akan indah dan berbahagia apabila dalam kegelapan kita melihat cahaya terang”. sepotong kalimat yang diucapkan Raden Ajeng Kartini semasa hidupnya ini mampu memberikan arti dan spirit tersendiri dalam perjuangan meraih persamaan dan kesetaraan gender atau disebut juga emansipasi. Siapa yang tidak kenal dengan R.A Kartini. merupakan perintis perubahan bagi kaum wanita. Beliau lahir dari keluarga bangsawan yang berpikiran maju dan sosoknya yang cekatan, lincah, pintar, suka belajar dan haus akan ilmu pengetahuan.

Keluarganya sangat mengedepankan pendidikan. Sebagai seorang gadis kecil yang lincah beliau hanya berpikir mengenai sekolah dan bermain. Hingga suatu hari seorang teman Belanda-nya bertanya mengenai cita-cita Kartini setelah tamat sekolah. beliau mulai memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut sampai akhirnya beliau memikirkan untuk mengubah nasib kaum wanita di kemudian hari. Beliau bukan pejuang pergerakan wanita semata. Beliau adalah pejuang pembebasan pemikiran untuk bangsanya. Ketika teknologi informasi hanya berupa buku, majalah, kertas dan alat tulis, beliau yang masih sangat muda mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan hanya melalui surat-menyurat dari tempat tinggalnya di tanah Jawa. Dengan kegelisahannya yang memilukan beliau bergulat mencoba keluar dari pikiran dan tradisi feodal di sekitarnya.

Kartini bukan hanya sebagai sosok pejuang tapi ia juga seoarng pemimpin yang mempunyai suatu Influence, Changes, Shared Purposes, Follower, Intention, Personal Responsibility, yang seperti dipunyai oleh kebanyakan pemimpin besar lainnya.


Pengertian leadership

Mengapa seorang Kartini dapat dikatakan seorang pemimpin oleh kebanyakan orang terutama kaum wanita karena, ia mempunyai sifat atau karakter seorang pemimpin.Dimana suatu kepemimpinan merupakan  hal yang berhubungan dengan pembuatan visi untuk masa depan dan mengembang strategi yang bjaksana untuk dapat menghasilkan perubahan yang diperlukan dalam pencapain visi tersebut. Dan hal tersebut mengalir di darah seorang kartini.

 

Element dari leadership

Dalam seorang diri Kartinipun terdapat suatu element yang merupakan suatu kunci penting dari kepemimpinan seperti yang telah disebutkan pada lmpiran latar belakang sebelumnya, dimana kartini memiliki element :

  • Influence, yang berarti mempunyai suatu hubungan yang tidak pasif terhadap orang lain serta lingkungannya.
  • Changes, yang merupakan suatu kepemimpinan yang meliputi bagaiman pembuatan suatu perubahan serta tidak mempertahankan suatu keadaan tertentu.
  • Shared Purposes, merupakan suatu hal yang harus diusahakan bersama antara seorang pemimpin dengan pengikutnya atau bawahannya tanpa adanya unsur paksaan.
  • Follower, yang merupakan bagian terpenting didalam suatu proses kepemimpinan. diamana beliau dapat dijadikan suatu contoh dari para kaum wanita pada umumnya.
  • Intention, yang berarti seorang pemimpin dan bawahannya dapat secara aktif mengusahakan tujuan mereka dapat tercapai dimasa depan.
  • Personal Responsibility, dimana setiap pihak memiliki rasa tanggung jawab untuk tercapainya suatu harapan dimasa depan.

 

Karakteristik seorang leader

Kartini juga memiliki suatu karakteristik seorang pemimpin dimana beliau mempunyai suatu kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk dapat mengemukakan suatu pikirannya terhadap kaum wanita dengan  bergulat mencoba keluar dari pikiran dan tradisi di sekitarnya. beliau juga memiliki sikap yang baik, memiliki suatu kemampuan serta integritas yang tinggi dimana beliau mampu memotivasi  serta mempengaruhi kaum wanita agar dapat berpikir lebih maju kedepan tanpa menghilangkan sisi kodrat sebagai seorang wanita. sehigga  perjuangannya tersebut masih tersa sampai saat ini.

 

Democratic Leadership

Kartini dapat dikatan sebagai sesorang yang mempunyai gaya kepemimpinan yang democratic dimana seorang pemimpin dapat mendelegasikan wewenang pada pengikutnya dalam membangun kepartisipasian serta kepercayaan pengikutnya untuk menyelasaikan suatu tugas atau tanggung jawabnya serta dapat bertindak tepat tanpa pengarahan langsung dari pemimpinnya.

 

Participating Style

Kartini dapat dikatakan mempunyai gaya kepemimpinan yang difokuskan untuk mendukung pertumbuhan serta peningkatan factor-faktor lainnya pada kaum wanita dengan memadukan pengembangan keahlian dan bertindak sebagai sumber daya untuk kebutuhan nasehat serta informasi. dimana nasehat dan informasinya tersebut  terdapat pada buku yang telah beliau hasilkan,”habis gelap terbitlah terang”.


Setidaknya terdapat empat hal menarik yang dapat ditemukan dalam karakter seorang R.A Kartini pada proses pembelajaran makna perjuangan serta kepemimpinannya. Pertama, Bagaimana Kartini dapat mengemukakan pikirannya dengan lugas dan cerdas. Hal ini terlihat pada contoh bagaimana beliau dapat menyampaikannya dengan baik bahwa budaya bangsawan Jawa yang kaku menghalangi kemajuan wanita Jawa. Cara penyampaiannya yang cerdas menarik banyak simpati publik terutama pihak pemerintah Belanda yang sedang melakukan kebijakan politik etis. Dimana Kartini menyampaikan ide dengan baik juga terlihat dalam keberhasilannya di kemudian hari, sehingga ide membuka sekolah didukung penuh oleh orang-orang terdekatnya.

Kedua, R.A. Kartini memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial yang sangat tinggi. Di tengah ketidakberdayaan wanita pada zamannya, beliau tidak jatuh pada hidup yang meratapi nasib melainkan menjawab permasalahan dengan membuka sekolah untuk perempuan.sebagaimana dikatakan oleh Harsey and Blanchard yang menyatakan bahwa kepemimpinan perlu disesuaikan dengan para kesiapan followernya. Dimana kaum wanita pada saat itupun memiliki kesiapan untuk lebih berfikir lebih maju seperti beliau.

Ketiga, R.A. Kartini memiliki cara berpikir analitis dan strategis. Beliau dapat membaca situasi sosial masyarakat, dalam hal ini dapat melihat bagaimana pengaruh bangsawan dalam melakukan aksi nyata menuju arah yang lebih baik. Seperti yang dikatakannya bahwa apabila kaum bangsawan melakukan perubahan maka rakyat kecil akan mengikutinya.


De end



Sabtu, 09 Mei 2009

Iseng aj...

Semua berawal dari ketidak sengajaan, karna bosan sma rutinitas yg monoton... huif.....
akhirna aq coba2 aj bikin blog...
sebenarna niat bqn blog c dh lama pie lumz smpd aj bqn wd sndiri...
terbukti kn mp skrnk, blog q mzh kosonk.... lumz smpet mw corat coret hihihih
yh itunk2 exsist lh d dunia maya.... ahahahahahah ^o^